Minggu, 01 November 2015

Komunikasi Massa, Organisasi, Antar Pribadi, Antar Budaya, dan Kelompok


Picture

Komunikasi Massa

Apa itu komunikasi massa?

Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak (publik).

Dalam komunikasi massa, media massa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikan kepada khalayak.

Apa saja ciri – ciri komunikasi massa?

  1. Komunikator dalam komunikasi massa melembaga.
  2. Komunikan bersifat heterogen.
  3. Pesannya bersifat umum.
  4. Komunikasi berlangsung satu arah.
  5. Komunikasi massa menimbulkan keserempakan.
  6. Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis.

Efek dari komunikasi massa apa saja sih?

Berdasarkan teorinya, efek komunikasi massa dibedakan menjadi 3, yaitu terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan.

A. Efek komunikasi massa terhadap individu

Menurut Kappler, komunikasi massa memiliki efek:

  1. Conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang ingin dan tidak diinginkan.
  2. Memperlancar atau malah mencegah perubahan.
  3. Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideology) yang ada.

B. Efek komunikasi massa terhadap masyarakat

Donald K Robert mengungkapkan “efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa”. Oleh karena fokusnya adalah pesan, maka efek harus berkaitan dengan pesan yang disampaikan media massa.

C. Efek komunikasi massa terhadap kebudayaan

Kognitif

  • Menciptakan atau menghilangkan ambiguitas
  • Pembentukan sikap
  • Perluasan system keyakinan masyarakat
  • Penegasan/penjelasan nilai-nilai

Afektif

  • Menciptakan ketakutan atau kecemasan
  • Meningkatkan atau menurunkan dukungan moral

Behavioral

  • Menggerakan atau meredakan
  • Pembentukan isu atau penyelesaiannya
  • Menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas
  • Menyebabkan perilaku dermawan

Komunikasi Organisasi

Apa itu komunikasi organisasi?

Komunikasi organisasi pada umumnya membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antar manusia, komunikasi dan proses pengorganisasiannya serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horisontal.

Gaya komunikasi organisasi

1. Gaya komunikasi mengendalikan (The Controlling Style)

Gaya komunikasi ini ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa, dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain.  Orang-orang yang menerapkan gaya komunikasi seperti ini dikenal dengan komunikator satu arah atau one way communications.

Pihak-pihak yang menggunakan tipe seperti ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding dengan upaya mereka untuk berharap pesan.  Pesan yang disampaikan pun bukan berusaha menjual gagasan agar dibicarakan bersama, namun lebih pada usaha menjelaskan kepada orang lain apa yang dilakukannya. Gaya komunikasi ini tidak jarang bernada negative sehingga menyebabkan orang lain memberi respons atau tanggapan negative pula.

2. Gaya komunikasi dua arah (The Equalitarian Style)

Dalam gaya komunikasi ini, tindakan komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan atau pun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal sehingga memungkinkan anggota organisasi mencapai kesepakatan bersama.

Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik pribadi ataupun dilingkungan kerja. Gaya komunikasi ini efektif untuk menjaga empati dan kerja sama.

3. The Structuring Style

Gaya komunikasi yang berstruktur ini memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.

4. The Dynamic Style

Gaya komunikasi yang dnamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action orientated).

Tujuan gaya komunikasi ini yang agresif ini adalah untuk menstimulasi atau merangsang pekerja untuk bekerja dengan lebih cepat dan baik.

5. The Relinguishing Style

Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan keterbukaan menerima saran, pendapat, atau gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun sender mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.

Gaya komunikasi ini cocok bila sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia bertanggung  jawab atas semua tugas atau pekerjannya masing-masing.

Proses komunikasi organisasi

Downward Communication 
Komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya.

Fungsi arus komunikasi ini adalah:
a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja
b) Penjelasan dari pimpinan tentang perlunya suatu tugas untuk dilaksanakan
c) Penyampaian informasi mengenai peraturan yang berlaku
d) Pemberian motivasi kepada karyawan

Upward Communication
Komunikasi yang terjadi ketika bawahan mengirim pesan kepada atasannya.


Fungsi arus komunikasi ini adalah:
a) Penyampaian informasi atas pekerjaan yang sudah dilaksanakan
b) Penyampaian informasi atas perkerjaan yang tidak bisa diselesaikan
c) Penyampaian saran-saran dan perbaikan dari bawahan
d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri ataupun pekerjaan

Horzontal Communication
Komunikasi yang berlangsung diantara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.


Fungsi arus komunikasi ini adalah:
a) Memperbaiki koordinasi tugas
b) Upaya pemecahan masalah
c) Saling berbagi informasi
d) Upaya pemecahan konflik
e) Membina hubungan melalui kegiatan bersama

Interline Communication
Tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Ada dua kondisi yang harus dipenuhi dalam menggunakan komunikasi lintas-saluran:

  1. Setiap pegawai yang ingin berkomunikasi melintas saluran harus meminta izin terlebih dahulu dari atasannya langsung
  2. Setiap pegawai yang terlibat harus memberikan hasil komunikasinya kepada atasannya

Komunikasi Antarpribadi

Apa itu komunikasi antarpribadi?

Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara individu-individu. Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi yang hanya melibatkan dua orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal, seperti suami istri, dua sahabat dekat, guru dan muridnya, dan sebagainya.

Apa saja ciri komunikasi antarpribadi?

1. Peserta komunikasi berada pada jarak yang berdekatan
2. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara spontan, baik verbal ataupun nonverbal.

Jalaludin Rakhmat (1994) meyakini bahwa komunikasi antarpribadi dipengaruhi oleh:

1. Persepsi interpersonal

Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari komunikan, yang berupa pesan verbal dan nonverbal.

2. Konsep diri

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu: 1. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah; 2. Merasa setara dengan orang lain; 3. Menerima pujian tanpa rasa malu; 4. Menyadari bahwa tiap orang memilliki berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya dapat diterima masyarakat; 5. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek kepribadian yang tidak ia senangi dan berusaha mengubah.

3. Atraksi interpersonal

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Bisa disebabkan oleh penafsiran pesan dan penilaian, atau karena efektivitas komukasi.

4. Hubungan interpersonal

Hubungan interpersonal yang baik dapat menumbuhkan derajat keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya. Jalaludin Rakhmat memberi catatan bahwa ada tiga factor dalam komunikasi antarpribadi yang menimbulkan hubungan interpersonal yang baik yaitu: 1. Percaya; 2. Sikap suportif; dan 3. Sikap terbuka.

Komunikasi Antarbudaya

Apa itu komunikasi antarbudaya?

Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi atau gabungan dari semua perbedaan). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.

Hakikat komunikasi antarbudaya

1. Enkulturasi

Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.

2. Akulturasi

Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya sekelompok imigran yang menetap di Jakarta, maka kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah.

Fungsi komunikasi antarbudaya

Fungsi Pribadi

a. Menyatakan Identitas sosial

Perilaku ini dinyatakan melalui tindakan berbahasa baik secara verbal ataupun nonverbal. Dari cara berbahasa itu dapat diketahui identitas diri maupun sosial, seperti asal suku, bangsa, agama, dan tingkat pendidikan seseorang.

b. Menyatakan intregasi sosial

Inti konsep intregasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur. Dan prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan intregasi sosial dan relasi mereka.

c. Menambah pengetahuan

Seringkali komunikasi antarpribadi dan antarbudaya memberi banyak pengetahuan tentang kebudayaan masing-masing.

d. Melepaskan diri atau jalan keluar

Kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Komunikasi tersebut berfungsi sebagai komunikasi yang menciptakan hubungan komplementer atau simetris.

Fungsi Sosial

a. Pengawasan

Praktek komunikator dan komunikan dalam komunikasi antarbudaya bersifat mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “perkembangan” tentang lingkungan. 

b. Menjembatani

Dalam komunikasi antarbudaya, maka fungsi komunikasi adalah jembatan atas perbedaan diantara mereka. Fungsi tersebut dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan.

c. Sosialisasi nilai

Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengerjakan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.

d. Menghibur

Fungsi menghibur ini misalnya menonton tarian-tarian dari daerah lain yang termasuk kategori hiburan antarbudaya.


Komunikasi Kelompok

Apa itu komunikasi kelompok?

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.

Klasifikasi Kelompok dan Karakteristik Komunikasinya

Kelompok primer dan sekunder

Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:

  1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
  2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
  3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya.
  4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
  5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.

Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan

Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.


Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif

Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar.

Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.

Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunikasi

Konformitas

Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.

Fasilitasi sosial

Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.

Polarisasi

Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.


Source:

  1. http://adiprakosa.blogspot.co.id/2008/07/komunikasi-kelompok.html
  2. wikipedia.org
  3. ohhgetoo.blogspot.co.id
  4. rajul-al.blogspot.co.id
  5. plagiatnever.blogspot.com
  6. oliviadwiayu.wordpress.com
  7. oelhanifah.blogspot.co.id
  8. fahrida.weblog.esaunggul.ac.id
  9. jejak-bethu.blogspot.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

 
;